Showing posts with label bikin. Show all posts
Showing posts with label bikin. Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Budidaya Bunga Gerbera Laba Bikin Gembira

Rangkain bunga potong dibutuhkan dalam setiap moment, dengan tujuan untuk menghias, memperindah dan mengharumkan bunga di hotel. Area pameran, taman pengantin, bucket bunga, ucapan suka atau dukacita. Diantara jenis bunga potong yang biasa dipakai adalah bunga gerbera. Seiring permintaan yang melonjak, maka peluang membudidayakannya sangat prospek.

Bunga gerbera merupakan salah satu bunga hias yang sudah lama dikenal dan disukai banyak orang. Bentuk dan warnanya beraneka rupa ; merah, pink fanta, pink muda, putih, kuning, oren, dan lain sebagainya. Selain mudah untuk dirangkai, bunga gerbera juga mempunyai kesegaran yang relatif lama.

Prospek pengembangan budidaya tanaman gerbera cukup bagus karena peminatnya cenderung semakin banyak. Hal ini terlihat pula pada dominannya bunga gerbera digunakan dalam rangkaian-rangkaian bunga. Harga sekuntumnya termasuk mahal. Dua belas tangkai gerbera berbunga dua lapis bisa mencapai Rp. 10.000. Sedangkan 10 tangkai gerbera ex Holland bisa seharga Rp. 15.000. Selain sebagai bunga potong, bunga ini juga bisa dijadikan bahan baku industri minyak wangi, sabun, dan kosmetik.

Disamping mengisi pasar dalam negeri, bunga ini juga ekspor. Standar produksi diupayakan meliputi klasifikasi, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan, dan pengemasan. Klasifikasi dan mutu standar serta pengepakan bunga utnuk ekspor ke pasaran internasional sangat ditentukan oleh Negara pengimpornya. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai, diambil satu tangkai. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurangnya lima tangkai uji. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat, yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.

Cara pengemasannya, ikatan bunga diselubungi dengan kertas khusus sleeves yang menutupi seluruh bagian bunga, kecuali kuntum bunga bagian atas. Pangkal tangkai bunga direndam dalam larutan pengawet, misalnya larutan gula 6%. Tempat perendaman bersuhu udara dingin, yaitu sekitar 14-25oC selam 4 jam. Bunga yang telah diselubungi dikemas di dalam kardus karton/keranjang plastic dengan posisi tegak. Pengangkutan dilakukan dengan kendaraan berpendingin pada suhu udara 7-8oC dengan kelembaban udara 60-65%.

Analisa Usaha

Jika anda ingin berinvestasi di bidang budidaya tanaman bunga gerbera. Berikut contoh simulasi analisa usaha berkebun bunga gerbera dalam tahunan dengan lahan seluas 1.000 m2. Perbedaan kondisi di daerah satu dengan yang lain mungkin saja, sehingga mempengaruhi besaran biaya budidaya tanaman tersebut. Karena itu, survei mendalam mengenai aspek-aspek terkait, diperlukan untuk mengetahui cukup layak-tidaknya budidaya tanaman bunga gerbera diusahakan di daerah anda.

Biaya Produksi
UraianNilai (Rp)
Sewa lahan 1.000 m2 selama 1 tahun 4.000.000
Bangunan dengan naungan 5.000.000
Bibit :
Bibit anakan 10.000 tanaman 4.000.000
Pupuk :
- Pupuk kandang 2.000 kg @ Rp. 500 1.000.000
- NPK, KCL, TSP 1.000.000
- Pupuk daun dan bunga 1.000.000
Tenaga kerja :
- Pengolahan tanah dan pemupukan kandang 20 HKP 1.500.000
- Pembuatan bangunan naungan 20 HKP 1.500.000
- Penanaman 5 HKW 250.000
- Pemeliharaan tanaman 1 tahun 20 HKW + 5 HKP 2.875.000
- Panen dan pasca panen 20 HKW + 5 HKP 1.375.000
Biaya cadangan 3.000.000
Jumlah biaya produksi 26.500.000

Keterangan :
HKP = Hari Kerja Pria
HKW = Hari Kerja Wanita

Pendapatan 8.000 tangkai, 10 bunga/th x Rp. 1.500 = Rp 120.000.000.

Keuntungan kotor per tahun (Rp. 120.000.000 – Rp. 26.500.000) = Rp. 93.500.000.

Keuntungan rata-rata per bulan (Rp. 93.500.000 : 12) = Rp. 7.791.667.

Belum diperhitungkan biaya pengemasan, angkutan, dan pemasarannya.

Budidaya

Cara budidaya tanaman itu sama dengan budidaya tanaman lain, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pemasaran. Namun ada faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar hasil kebun bunga gerbera bisa optimal.

Tanaman bunga gerbera cocok dibudidayakan di daerah berketinggian 560 – 1.400 m di atas permukaan laut (dpl). Tanaman ini bisa tumbuh optimal pada area beiklim sejuk, dengan suhu udara antara 13.7 – 18oC. “Green house” (missal berukuran 20 x 20 m2) digunakan untuk menanam bunga gerbera.

Bibit yang digunakan diambil dari anakan. Anakan diambil dari batang bunga gerbera jenis unggul berumur 12 bulan. Pilih indukan yang banyak tunas, produktif berbunga, pertumbuhan normal, sehat dan memiliki 7 – 8 anakan per rumpun tanaman. Bersihkan anakan dari media tanam dan daun yang sudah tua. Pindahkan langsung ke “green house”. Resiko kematian tanaman yang berasal dari anakan adalah sekitar 10%.

Media tanam yang paling baik harus memiliki pH berkisar 5.5 – 6.0 berupa campuran pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 5:1 yang kemudian disemprot dengan larutan obat E4 (obat berbentuk tepung yang berfungsi mencegah tumbuhnya bakteri). Selanjutnya diendapkan dan tutup rapat dengan terpal atau plastic selama satu bulan. Pengadukan perlu dilakukan agar campuran pupuk merata dan siap digunakan sebagai media tanam bunga gerbera.

Penanaman bibit dilakukan dalam “green house” dan dibuat bedengan berukuran 20 x 1 m dengan tinggi 30 cm serta parit untuk saluran air di setiap sisinya. Jarak penanaman dapat dilakukan 20 x 20 cm antar benih. Penyiraman dilakukan setiap pagi, 2 hari sekali. Kalau musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari. Pembersihan lahan dari rumput dan daun-daunan rutin dilakukan perhari.

Pemberian pupuk NPK, KCL, dan TSP bertahap. Untuk mencegah serangan hama, terutama ulat dan belalang, lakukan penyemprotan insektisida seperti proclam, tiap minggu, dengan takaran 5 gr/liter air. Panen bunga gerbera dimulai saat kuntum bunga telah mekar penuh, terhitung 2 – 3 bulan dari bibit anakan. [SPM-InfoKUKM]

Sumber :
Tabloid InfoKUKM, Edisi No.55, Tahun 5, OKTOBER 2012.
http://phinbluehandmade.wordpress.com/2012/11/22/budidaya-bunga-gerbera-laba-bikin-gembira/
ReadFull Article ..

Sunday, October 27, 2013

Baca puisi ini dengan lantang bisa bikin nyawa melayang!


Tomino no Jigoku atau Tominos Hell adalah sebuah puisi berbahasa Jepang yang telah populer sebagai urban legend. Masyarakat jepang percaya bahwa puisi ini tak boleh dibaca dengan lantang atau keras, hanya boleh dibaca dalam diam. Jika berani membacanya lantang-lantang, Anda harus menerima sendiri risikonya.

Tominos Hell ditulis oleh Yomota Inuhiko dalam bukunya yang berjudul "The Heart is Like a Rolling Stone." Puisi ini juga terdapat dalam buku puisi ke-27 milik Saizo Yako, seperti dilansir oleh Creepy Pasta.

Tak ada yang tahu sejak kapan rumor ini muncul dan apa yang menyebabkannya. Namun dipercaya bahwa hal-hal tragis akan terjadi pada orang yang membacanya keras-keras. Dipercaya bahwa mereka bisa saja mengalami kecelakaan tragis, terluka, atau bahkan mati.

Cerita ini pernah sangat santer di 2ch, tempat di mana banyak orang membuat video ketika mereka membaca puisi ini keras-keras untuk mematahkan kepercayaanseram ini. Banyak dari pengguna 2ch yang mengaku tak ada hal apapun yang terjadi, namun tak sedikit pula pengguna yang tiba-tiba hilang setelah mengunggah video tersebut. Berikut adalah puisi Tominos Hell atau Tomino no Jigoku dalam versi asli dan bahasa Indonesia.

Tomino no Jigoku

"Ane wa chi wo haku, imoto wa hihaku,
kawaii tomino wa tama wo haku
hitori jihoku ni ochiyuku tomino,
jigoku kurayami hana mo naki.
muchi de tataku wa tomino no aneka,
muchi no shubusa ga ki ni kakaru.
tatake yatataki yare tataka zutotemo,
mugen jigoku wa hitotsu michi.
kurai jigoku e anai wo tanomu,
kane no hitsu ni, uguisu ni.
kawa no fukuro ni yaikura hodoireyo,
mugen jigoku no tabishitaku.
haru ga kitesoru hayashi ni tani ni,
kurai jigoku tanina namagari.
kagoni yauguisu, kuruma ni yahitsuji,
kawaii tomino no me niya namida.
nakeyo, uguisu, hayashi no ame ni
imouto koishi to koe ga giri.
nakeba kodama ga jigoku ni hibiki,
kitsunebotan no hana ga saku.
jigoku nanayama nanatani meguru,
kawaii tomino no hitoritabi.
jigoku gozarabamo de kitetamore,
hari no oyama no tomebari wo.
akai tomehari date niwa sasanu,
kawaii tomino no mejirushini."

Neraka Tomino (versi Indonesia)

"Kakak perempuan muntah darah, adik perempuan memuntahkan api,
Tomino yang lucu memuntahkan manik-manik kaca,
Tomino jatuh ke neraka sendirian,
Neraka yang gelap dan tak ditumbuhi bunga,
Apakah itu kakak Tomino yang membawa cambuk?
Cambukan meninggalkan bekas memerah yang mengerikan
Mencambuk dan memukul, terus memukul
Sebuah jalan menuju neraka
Apakah kau akan mengantarnya ke neraka yang gelap?
Untuk domba-domba emas, untuk burung bulbul
Aku penasaran berapa banyak yang dimasukkannya dalam kantong kulit
Sebagai persiapan untuk perjalanan ke neraka
Musim semi datang, di hutan dan sungai
Bahkan di sungai dalam neraka yang gelap
Burung bulbul dalam sarang, domba dalam gerobak,
Ada air mata di mata lucu Tomino
Menangis, burung bulbul terbang ke hutan yang hujan
Meneriakkan kerinduan pada adik perempuannya
Tangisannya bergema ke seluruh neraka
Bunga berwarna merah darah mekar
Mengelilingi tujuh gunung dan tujuh sungai di neraka
Tomino yang lucu berjalan sendirian
Untuk menjemputmu ke neraka
Jarum-jarum dalam neraka,
menancap ke dalam daging segar,
Sebagai tanda dari si lucu Tomino"

Seorang penyiar radio pernah mencoba membaca puisi ini keras-keras saat on-air. Dia mengaku semua baik-baik saja, namun sampai pertengahan puisi, dia merasa tubuhnya tak bisa bergerak, akhirnya dia tak melanjutkannya dan membuang puisi tersebut. Namun beberapa hari kemudian dia mengalami kecelakaan dan harus dijahit sebanyak tujuh jahitan. Meski begitu, dia tak ingin menganggap hal tersebut akibat membaca puisi Tomino.

Bagaimana, berani mencoba membacanya keras-keras? http://terungkaplagi.blogspot.com/2013/08/baca-puisi-ini-dengan-lantang-bisa.html
ReadFull Article ..